Kamis, 08 November 2018

Tata Cara Persyaratan Umroh




Jamaah haji wajib  membaca tata cara haji ini!
Sahabat ihram, demam isu haji tahun ini sudah di mulai. Banyak eforia dan senang cita kaum muslim di penjuru dunia yang tiba dengan semangat Lillah ke tanah kudus buat menyempurnakan ibadahnya. Karena itu sebelum melaksanakan ibadah haji, kita harus tahu terkebuh dahulu tata cara dan seluk beluk haji supaya kita nir galat faham.

Berikut merupakan kegiatan utama pada ibadah haji dari urutan saat:
Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam menurut seluruh dunia mulai berbondong buat melaksanakan Tawaf Haji pada Masjid Al Haram, Makkah.

8 Zulhijah, jamaah haji bermalam pada Mina Pada pagi 8 Zulhijah, seluruh umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), lalu berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah lalu berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.

9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri & berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.

10 Zulhijah, sehabis pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina buat melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebesar tujuh kali ke tugu pertama menjadi simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (merampungkan Haji), atau bermalam pada Mina & melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).

11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu ke 2, dan tugu ketiga.
12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) pada tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.

Sebelum pergi ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan).
Jenis Ibadah Haji

Setiap jamaah bebas buat menentukan jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan pada hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut:

Aisyah RA mengatakan: Kami berangkat beribadah beserta Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami terdapat yg berihram, buat haji & umrah dan ada jua yg berihram buat haji. Orang yg berihram buat umrah ber-tahallul ketika sudah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram buat haji bila beliau mengumpulkan haji & umrah. Maka dia nir melakukan tahallul hingga menggunakan terselesaikan menurut nahara

Berikut merupakan jenis & pengertian haji yg dimaksud:
Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji dianggap ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji juga menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yg didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, waktu mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Jika ibadah haji sudah selesai, maka orang tadi mengenakan ihram pulang buat melaksanakan umrah.

Haji tamattu’, memiliki arti bersenang-senang  atau bersantai-kalem menggunakan melakukan umrah terlebih dahulu pada bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi buat melaksanakan ibadah haji, ditahun yang sama. Tamattu’ dapat juga berarti melaksanakan ibadah pada pada bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini merupakan menyatukan atau menyekaliguskan berihram buat melaksanakan ibadah haji & umrah. Haji qiran dilakukan menggunakan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan seluruh rukun dan wajib  haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu usang. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan 2 thawaf dan 2 sa’i.
Semoga menggunakan pemahaman ini ibadah haji kita seluruh yang telah diberi kesempatan Allah menuju tanah suci, diberi kelancaran serta menajdi haji yg mabrur.

0 komentar:

Posting Komentar





Lihat Lokasi Kami