Senin, 12 November 2018

Umroh Di Bulan Romadon 2019

10 Pahala Umrah pada Bulan Ramadhan dan Dalilnya


Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Segala ibadah dan kebaikan yg ada pada dalamnya akan dibalas menggunakan pahala yang berlipat ganda. Dan keliru satu ibadah yang dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan selain puasa ramadhan & cara pelaksanaannya yg merupakan rukun Islam, melakukan ibadah umroh di bulan Ramdhan juga sangat disarankan. Hal ini karena masih ada keutamaan ibadah umroh dan pahala spesifik pada bulan Ramadhan. Berikut adalah 10 pahala umroh di bulan Ramadhan:



1. Sama menggunakan haji


Bukhari (1782) & Muslim (1256) sudah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda pada seorang wanita menurut kalangan Anshar. “Apa yang menghalangimu buat melakukan haji beserta kami?” Dia berkata, “Kami hanya punya 2 onta, yg satu dibawa oleh bapak & anaknya, yg satu lagi kami pakai buat menyiram kebun.” Maka nabi mengatakan,”apabila tiba bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji.” Dalam riwayat muslim, “Sama menggunakan menunaikan haji bersamaku.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah ketika itu karena umrah Ramadhan senilai menggunakan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 & Muslim no. 1256).

2. Pahala berlipat ganda

Rasulullah SAW bersabda:
يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم ، شهر فيه ليلة خير من ألف شهر ، جعل الله صيامه فريضة، وقيام ليله تطوعا ، من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه، ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه
“Wahai sekalian manusia, sudah tiba dalam kalian bulan yg mulia. Di bulan tersebut masih ada malam yg lebih baik menurut seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban. Shalat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tadi misalnya beliau melakukan kewajiban pada ketika lainnya. Siapa yg melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut misalnya menunaikan tujuh puluh kewajiban di ketika lainnya.” (HR. Al-Mahamili pada Al-Amali 5: 50 dan Ibnu Khuzaimah pada shahihnya 1887. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini munkar misalnya dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no. 870)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam jua bersabda : “Shalat di masjidku, lebih primer seribu kali (dibandingkan) shalat pada selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat pada selainnya.“ (Hadits dishahihkan sang Al-Mundziri & Al-Bushoiry. Al-Albany menyampaikan: “Sanadnya shahih sinkron persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

3. Dikabulkan doanya

Salah satu saat terkabulnya doa adalah waktu umroh pada bulan Ramadhan. Dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT waktu umroh, Insya Allah doa kita akan dikabulkan. Dari abu huraira, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Orang yg mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan bila mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah & Ibnu Hibban).

4. Menjadi tamu Allah

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabdanya, “Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah Azza wa jalla dan para pengunjung-Nya. Jika mereka meminta pada-Nya niscaya diberi-Nya. Jika mereka meminta ampun niscaya diterima-Nya doa mereka. Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka diberi syafaat”. (Ibnu Majah).


5. Penghapus dosa


Dengan melakukan umroh di bulan Ramadhan, dimana banyak terdapat keistimewaan Ramadhan, maka kita jua akan menerima pengampunan menurut Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yaitu:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ



Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya merupakan penggugur (dosa) di antara keduanya, & haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan nirwana” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

6. Jauh dari kefakiran

Rasulullah SAW bersabda: “Iringilah antara ibadah haji & umroh karena keduanya meniadakan dosa & kefakiran, sebagaimana indera peniup barah menghilangkan kotoran (zat oksidasi) besi, emas, dan perak, & nir terdapat balasan bagi haji mabrur melainkan surga ” (HR. At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnya).

7. Jihad bagi perempuan 

apabila  keutamaan jihad pada Islam umumnya lebih poly dihasilkan sang lelaki, galat satu jalan jihad yg sanggup dilakukan sang wanita adalah dengan umroh, terutama umroh di bulan Ramadhan. Dari Aisyah RA, beliau mengatakan: “Wahai Rasulullah, apakah wanita pula wajib  berjihad?” Rasulallah SAW menjawab, “Iya. Dia harus berjihad tanpa terdapat peperangan pada dalamnya, yaitu dengan haji & umroh.” (HR. Ibnu Majah).

8. Mendapat pahala umroh berlipat ganda

Jika umroh pada bulan Ramadhan, maka hendaknya menyempatkan diri buat sholat pada mesjid Quba karena pahalanya sama dengan pahala umroh.

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ
Artinya: “Janganlah engkau  bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama merupakan lebih patut kamu sholat pada dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”(Q. S. At Taubah: 108)

Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Barang siapa telah bersuci (berwudlu) pada rumaahnya. Kemudian mendatangi masjid Quba, lalu shalat di dalamnya dua rakaat, baginya sama menggunakan pahala umrah.” (Sunan Ibn Majah)

9. Menjadi eksklusif yg jauh lebih tabah

Menjalankan puasa Ramadhan sembari melaksanakan umroh merupakan ibadah yg memerlukan kesabaran yang lebih akbar dibandingkan ibadah lainnya. Selain harus menjaga diri menurut hal-hal yang membatalkan puasa, kita jua harus menjaga diri buat melaksanakan umroh sesuai menggunakan rapikan cara pelaksanaannya dan kondisi sah puasa Ramadhan dan rukun puasa Ramadhan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
رَّبُّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَہُمَا فَٱعۡبُدۡهُ وَٱصۡطَبِرۡ لِعِبَـٰدَتِهِۦ‌ۚ هَلۡ تَعۡلَمُ لَهُ ۥ سَمِيًّ۬ا
Artinya, “Rabb (yg menguasai) langit & bumi & apa-apa yg terdapat di antara keduanya maka sembahlah Dia & bersabarlah pada beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui terdapat seseorang yg sama dengan Dia (yg patut disembah)?’’ (Q.S. Maryam : 65).

10. Wafat waktu umroh mendapat pahala hingga kiamat

Sebagaimana dijelaskan oleh Abu Hurairah radhiallaahu anhu, dia menyampaikan: Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Barangsiapa keluar dalam melaksanakan haji kemudian dia mangkat , pasti dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar pada melaksanakan umrah kemudian beliau meninggal, pasti dicatat baginya pahala seseorang yang melaksanakan umrah hingga hari kiamat, & barangsiapa keluar pada berperang dijalan Allah lalu dia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.”

Wafat waktu umroh pada bulan Ramadhan berarti beliau wafat dalam keadaan melaksanakan 2 ibadah sekaligus sebagai akibatnya pahala yang beliau dapatkan hingga kiamat pula sebagai dua pahala ibadah sekaligus, yakni umroh & puasa. Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan mengenai orang yg mati pada kondisi beramal,

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah tulus mengharap paras Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka beliau masuk surga . Siapa yg berpuasa menggunakan ikhlas mengharap paras Allah, & dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka beliau masuk surga . Siapa yg sedekah menggunakan ikhlas mengharap paras Allah, & dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka beliau masuk surga .” (HR. Ahmad 23324 & dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

0 komentar:

Posting Komentar





Lihat Lokasi Kami