Jumat, 01 Februari 2019

Umroh di bulan Ramadhan

Umroh di bulan Ramadhan


Umroh di bulan Ramadhan ada dalam sebuah hadits dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang wanita, فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً “Umroh pada bulan Ramadhan pahalanya seperti ibadah haji” didalam riwayat lain disebutkan, حَجَّةً مَعِي “(pahalanya seperti) haji bersamaku”

Maka keutamaan Umroh di bulan Ramadhan terlihat jelas dari perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ketika beliau mengatakan, “pahalanya seperti haji”. Berdasarkan hadits tersebut para ulama berkesimpulan bahwa pahala umroh Ramadhan sama seperti haji, bagi semua yang berumroh di bulan Ramadhan.

Namun sebagian ulama berpendapat bahwa hadits ini khusus untuk wanita yang menjadi sebab datangnya hadits ini. Ketika Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tak berhaji bersamaku?” yang kemudian dijawab karena kurangnya fasilitas, sehingga suaminya bisa berhaji bersama Rasulullah, sedangkan wanita ini tetap tinggal di rumahnya untuk mengurusi urusan rumah tangganya. Maka kemudian Rasulullah berkata padanya, “Apabila nanti datang bulan Ramadhan, maka berumrohlah, karena umroh di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji”. Sebagian ulama mempunyai pendapat bahwa keutamaan ini khusus untuk wanita ini saja.

Di antaranya perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dapat dipahami dari perkataan beliau bahwa ini hanya khusus untuk wanita ini. Akan tetapi pendapat sebagian besar para ulama dan para ahli hadits bahwa keutamaan itu bukan hanya khusus untuk wanita tersebut akan tetapi untuk semua orang yang berumroh pada bulan Ramadhan.

Oleh karenanya Imam Bukhari menempatkan hadits ini pada ‘Bab: Umroh Di Bulan Ramadhan‘. Adapun Imam Muslim menempatkannya pada ‘Bab: Keutamaan Umroh Di Bulan Ramadhan’. Penempatan bab yang diberikan oleh Imam Bukhari menunjukkan penjelasan beliau mengenai hal tersebut, demikian juga penempatan bab oleh Imam Muslim. Hingga, para ulama dari kalangan ahli hadits dan ahli fikih secara umum menyebutkan bahwa keutamaan umroh di bulan Ramadhan ini berlaku untuk semua yang berumroh, bukan hanya khusus untuk wanita yang disebutkan dalam hadits. Ini yang terkait dengan umroh di bulan Ramadhan dan keutamaannya.

Pertama, apakah ada keutamannya? Ya, pahalanya seperti ibadah haji.
Kedua apakah itu umum atau khusus untuk orang tertentu? Maka itu umum untuk semua yang berumroh, dalilnya adalah keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa umroh di bulan Ramadhan pahalanya sama seperti ibadah haji.

Adapun perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah dalam rangka menjelaskan kesalahan sebagian orang yang umroh berulang-ulang, masuk Mekkah kemudian keluar lagi kemudian masuk lagi dan seterusnya, sehingga umroh-umroh berulang tidak termasuk dalam sabda Nabi “pahalanya sama juga seperti ibadah haji”.

Lalu yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa perkara ini adalah masalah pahalanya. Bila saat ada yang bertanya, “bagaimana mungkin sama seperti haji? Padahal amalan yang dilakukan saat haji lebih banyak?”. Maka ini sebagaimana sabda Rasul tentang surat Al Ikhlas yang sekali membacanya sebanding dengan 1/3 al Quran, padahal hanya 4 ayat saja. Maka yang disamakan adalah pahalanya, walaupun pada ibadah haji lebih banyak aktivitasnya dan kesulitannya. Adapun yang terkait dengan mana yang lebih utama umroh di bulan ramadhan atau umroh di bulan Dzulqa’dah.

Maka yang perlu diketahui adalah tidak ada satupun penjelasan dari Nabi yang menjelaskan keutamaan umroh di bulan Dzulqa’dah . Akan tetapi yang ada adalah sebuah fakta bahwa umroh yang Nabi lakukan selalu dilaksanakan di bulan Dzulqa’dah. Oleh karena itu, ketika Allah selalu memilihkan bulan Dzulqa’dah sebagai waktu umroh Nabi, terjadi perselisihan antara para ulama mana yang lebih utama, umroh di bulan Ramadhan atau di bulan Dzulqa’dah. Karena Nabi selalu melakukan umroh di bulan Dzulqa’dah.

Jumhur ulama berpendapat bahwa keutamaan umroh di bulan Ramadhan itu lebih kuat. Adapun Umroh di bulan Dzulqa’dah, tidak ada dalil yang menjelaskan keutamaannya kecuali keutamaan menyesuaikan diri dengan perbuatan Nabi. Umroh di bulan Ramadhan ada dalil yang menyebutkan keutamaannya, tidak seperti umroh di bulan Dzulqa’dah walaupun umroh di bulan Dzulqa’dah pun adalah sebuah ibadah yang utama. Sehinga umroh dibulan Ramadhan sesuai dengan sunnah yang Rasulullah ucapkan.

Keutamaan umroh di bulan Ramadhan adalah setara pahalanya dengan pahala ibadah haji, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun Umroh di bulan Dzul Qo’dah keutamaannya adalah mencocoki apa yang dilakukan Nabi, karena Nabi setiap berumroh selalu dilakukan di bulan Ramadhan.

Akan tetapi pendapat sebagian besar ulama Fikih maupun Hadits adalah bahwa umroh di bulan Ramadhan itu lebih utama. Sebelum menentukan Waktu dan Paket yang akan di gunakan unruk Umroh, baiknya kaum Muslimin memperhatikan Hal hal sebagai berikut dalam memilih Biro Travel Perjalanan yang akan mengiringi kita berumroh nantinya.


0 komentar:

Posting Komentar





Lihat Lokasi Kami